Kakak perempuanku ingin mengakhiri rumah tangganya yang sudah tiga belas tahun berlangsung.. Membuat keluargaku terkejut.
Hmm, nggak juga sih.
Beberapa bulan lalu kabar itu sempat tercetus. Tapi (kami kira) sudah berhasil didamaikan lagi.
Yang membuat terkejut karena kami tidak melihat kekurangan dari keluarga kecil kakak.
Tidak ada masalah dari segi ekonomi, kakak iparku baik, bertanggung jawab, setia dan sayang keluarga.
Apalagi putri semata wayang mereka, keponakanku, beberapa hari lagi masuk SMP.
Ya, kakakku yang menginginkannya. Sementara kakak ipar sangat sangat sangat menolak.
Ibu juga berpihak pada kakak ipar, sampai-sampai ibu bilang tidak akan merestui lelaki lain yg kelak mendampingi kakakku. Tapi kakak tidak berselingkuh. Ia wanita yang pintar, tangguh, dan menjunjung harga diri. Bukan orang ketiga penyebabnya.
Lalu apa ?
Entahlah.
Alasan yang diungkapkan kakak menurutku sepele saja. Hingga keluarga kedua belah pihak masih kebingungan.
Hmm...aku tak tau isi pikiranmu kak, tapi aku mengerti perasaanmu...
Seperti yang aku alami beberapa waktu lalu saat berniat resign dari pekerjaan.
Hampir semua orang mempertanyakan dan menyayangkan.
Ya, pekerjaan yang di mata orang lumayan, gaji memuaskan.
Kuakui tak ada masalah di tempat kerja. Punya banyak teman, tak ada kesulitan karena sudah berpengalaman.
Sulit dimengerti memang. Mereka tak mengerti.
Segala aturan itu,,,rutinitas itu,,,membuat diriku jadi frezze !
Lost myself...
Entah bagaimana mulanya aku lupa pada hobiku membaca, kesulitan menuliskan kata-kata, tak ingat lagi menarikan jari-jemari membentuk sebuah karya
Mungkin mengalun bersama asap-asap pabrik. Atau tertelan deru mesin.
Aku mengerti kakak, bagaimana rasanya hidup dalam kejenuhan, berpura-pura bahagia dalam kemapanan.
Dilema, membuat orang-orang senang tapi hati sendiri tersiksa atau memerdekakan diri tapi membuat banyak pihak kecewa.
Tak ada yang mengharapkan perpisahanmu Kak, tak ada.
Aku selalu berharap yang terbaik untuk semuanya.
I believe your choice sister...
