Ada tiga ciri orang munafik ;
bila bicara ia dusta
bila berjanji di ingkari
bila di beri amanat ia khianat
Tapi kenyataannya nggak sesimple itu.
Aku pernah liat postingan gambar seorang perempuan berhijab yang lagi merokok.
Trus banyak deh yang komen munafik, topeng, dll, dsb, bla..bla..
Kenapa ???
Apa mereka kenal perempuan itu ? Apa dia pernah bilang anti rokok ? Atau pernah ngasih harapan palsu ?
Entahlah, aku sendiri nggak tau siapa dia.
Contoh lain seorang lelaki yang memalingkan wajah sambil beristigfar pas liat perempuan sexy lewat di depannya. Tapi temannya malah bilang,"nggak usah muna deh..lo pasti suka kan."
Hmm...
Jadi munafik itu apa ?
Apa boleh maki-maki orang dengan alasan "Gw mah gak munafik,gw benci dia ya benci."
Atau kurir narkoba yang nganterin barang "Ini kan amanat harus di
sampein."
Emang boleh mukulin orang karena "Gw udah janji klo ketemu bakal gw siksa."
Hmm...
Mungkin para koruptor mikirnya juga gitu kali ya,"Gak usah pura-pura gak suka, gak usah pura-pura gak butuh, sikat aja !"
Hmm...
Mestinya predikat munafik itu kan bikin orang terhindar dari perbuatan buruk, tapi kenapa kebanyakan malah dijadikan pembenaran ???
Rabu, 30 September 2015
Selasa, 07 Juli 2015
I believe you my sist...
Kakak perempuanku ingin mengakhiri rumah tangganya yang sudah tiga belas tahun berlangsung.. Membuat keluargaku terkejut.
Hmm, nggak juga sih.
Beberapa bulan lalu kabar itu sempat tercetus. Tapi (kami kira) sudah berhasil didamaikan lagi.
Yang membuat terkejut karena kami tidak melihat kekurangan dari keluarga kecil kakak.
Tidak ada masalah dari segi ekonomi, kakak iparku baik, bertanggung jawab, setia dan sayang keluarga.
Apalagi putri semata wayang mereka, keponakanku, beberapa hari lagi masuk SMP.
Ya, kakakku yang menginginkannya. Sementara kakak ipar sangat sangat sangat menolak.
Ibu juga berpihak pada kakak ipar, sampai-sampai ibu bilang tidak akan merestui lelaki lain yg kelak mendampingi kakakku. Tapi kakak tidak berselingkuh. Ia wanita yang pintar, tangguh, dan menjunjung harga diri. Bukan orang ketiga penyebabnya.
Lalu apa ?
Entahlah.
Alasan yang diungkapkan kakak menurutku sepele saja. Hingga keluarga kedua belah pihak masih kebingungan.
Hmm...aku tak tau isi pikiranmu kak, tapi aku mengerti perasaanmu...
Seperti yang aku alami beberapa waktu lalu saat berniat resign dari pekerjaan.
Hampir semua orang mempertanyakan dan menyayangkan.
Ya, pekerjaan yang di mata orang lumayan, gaji memuaskan.
Kuakui tak ada masalah di tempat kerja. Punya banyak teman, tak ada kesulitan karena sudah berpengalaman.
Sulit dimengerti memang. Mereka tak mengerti.
Segala aturan itu,,,rutinitas itu,,,membuat diriku jadi frezze !
Lost myself...
Entah bagaimana mulanya aku lupa pada hobiku membaca, kesulitan menuliskan kata-kata, tak ingat lagi menarikan jari-jemari membentuk sebuah karya
Mungkin mengalun bersama asap-asap pabrik. Atau tertelan deru mesin.
Aku mengerti kakak, bagaimana rasanya hidup dalam kejenuhan, berpura-pura bahagia dalam kemapanan.
Dilema, membuat orang-orang senang tapi hati sendiri tersiksa atau memerdekakan diri tapi membuat banyak pihak kecewa.
Tak ada yang mengharapkan perpisahanmu Kak, tak ada.
Aku selalu berharap yang terbaik untuk semuanya.
I believe your choice sister...
Hmm, nggak juga sih.
Beberapa bulan lalu kabar itu sempat tercetus. Tapi (kami kira) sudah berhasil didamaikan lagi.
Yang membuat terkejut karena kami tidak melihat kekurangan dari keluarga kecil kakak.
Tidak ada masalah dari segi ekonomi, kakak iparku baik, bertanggung jawab, setia dan sayang keluarga.
Apalagi putri semata wayang mereka, keponakanku, beberapa hari lagi masuk SMP.
Ya, kakakku yang menginginkannya. Sementara kakak ipar sangat sangat sangat menolak.
Ibu juga berpihak pada kakak ipar, sampai-sampai ibu bilang tidak akan merestui lelaki lain yg kelak mendampingi kakakku. Tapi kakak tidak berselingkuh. Ia wanita yang pintar, tangguh, dan menjunjung harga diri. Bukan orang ketiga penyebabnya.
Lalu apa ?
Entahlah.
Alasan yang diungkapkan kakak menurutku sepele saja. Hingga keluarga kedua belah pihak masih kebingungan.
Hmm...aku tak tau isi pikiranmu kak, tapi aku mengerti perasaanmu...
Seperti yang aku alami beberapa waktu lalu saat berniat resign dari pekerjaan.
Hampir semua orang mempertanyakan dan menyayangkan.
Ya, pekerjaan yang di mata orang lumayan, gaji memuaskan.
Kuakui tak ada masalah di tempat kerja. Punya banyak teman, tak ada kesulitan karena sudah berpengalaman.
Sulit dimengerti memang. Mereka tak mengerti.
Segala aturan itu,,,rutinitas itu,,,membuat diriku jadi frezze !
Lost myself...
Entah bagaimana mulanya aku lupa pada hobiku membaca, kesulitan menuliskan kata-kata, tak ingat lagi menarikan jari-jemari membentuk sebuah karya
Mungkin mengalun bersama asap-asap pabrik. Atau tertelan deru mesin.
Aku mengerti kakak, bagaimana rasanya hidup dalam kejenuhan, berpura-pura bahagia dalam kemapanan.
Dilema, membuat orang-orang senang tapi hati sendiri tersiksa atau memerdekakan diri tapi membuat banyak pihak kecewa.
Tak ada yang mengharapkan perpisahanmu Kak, tak ada.
Aku selalu berharap yang terbaik untuk semuanya.
I believe your choice sister...
Langganan:
Postingan (Atom)

